Kapolri Berita Bantuan ke Tapanuli Utara Terdampak Bencana

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

TAPUT – Penanganan darurat bencana longsor dan banjir di Kabupaten Tapanuli Utara memasuki hari keempat. Polri melalui Mabes Polri mengirimkan bantuan kemanusiaan sebanyak 3,5 ton untuk tiga wilayah terdampak: Kecamatan Adiankoting, Kecamatan Parmonangan, dan Kecamatan Pahae.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Ernis Sitinjak, menyampaikan bahwa bantuan tersebut tiba hari ini dan langsung ditempatkan di posko khusus Polri untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Ernis mengucapkan terima kasih atas perhatian Kapolri terhadap penanganan bencana di wilayahnya. Pihaknya memastikan seluruh bantuan akan segera disalurkan kepada para pengungsi melalui mekanisme pendistribusian yang terorganisasi.

“Kita menerima bantuan dari Bapak Kapolri berupa bahan makanan seperti roti dan mie instan, kasur, pelampung, obat-obatan, hingga tenda. Bantuan ini adalah barang-barang cepat guna yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan bahwa Polres Taput telah menyiapkan tim distribusi termasuk dukungan personel tambahan.

“Kami menerima perkuatan pasukan sebanyak 300 personel dari Sabhara Polda dan Brimob.” katanya.

Distribusi bantuan dilakukan terpusat melalui posko Polri yang terhubung dengan posko utama di kantor Bupati Tapanuli Utara. Dari posko tersebut, logistik akan dibawa langsung ke pengungsi dan warga terdampak di titik-titik yang masih dapat dijangkau.

Selain dari Mabes Polri, bantuan dan personel juga telah mengalir dari sejumlah Polres terdekat.

“Polda Sumut serta Polres Simalungun, Polres Siantar, dan Polres Toba sudah mengirimkan dukungan. Semua bantuan dan perkuatan personel sudah kita terima,” jelas Kapolres.

Total kekuatan Polres Taput yang dikerahkan mencapai 380 personel, ditambah 300 personel bantuan, menjadikan total 680 personel yang terlibat dalam penanganan darurat.

Kapolres turut menyampaikan perkembangan data korban berdasarkan laporan terakhir hingga hari ini.

Total meninggal dunia: 16 orang
Total hilang: 35 orang

Rinciannya:

Adiankoting: 12 meninggal dunia, 27 hilang
Parmonangan: 4 meninggal dunia, 8 hilang

Sementara itu, akses menuju Sibalanga dan beberapa wilayah lainnya masih terputus sehingga proses pencarian belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Akses baru terbuka sampai Desa Menjelang Parsikaman. Untuk Sibalanga, jalan masih sangat sulit. Kami juga masih menunggu konfirmasi terkait laporan adanya penemuan korban baru di Pagaran Lambung. Informasinya belum dapat dipastikan karena komunikasi putus,” jelas Kapolres.

Kapolres menegaskan bahwa pencarian, evakuasi, dan distribusi bantuan akan terus dilakukan meskipun medan berat dan akses terbatas.

“Kami akan terus mengupdate informasi untuk saat ini, seluruh tim masih fokus membuka akses, mengevakuasi korban, dan menyalurkan logistik kepada saudara-saudara kita yang mengungsi.” (JEH)