RIAU – Foktanews. Online ||Guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya, Polsek Teluk Meranti menggelar sosialisasi dan penyebaran Maklumat Kapolda Riau pada Selasa (25/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga lingkungan.
Sosialisasi yang berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB ini dilakukan di Jalan Lintas Bono, Kelurahan Teluk Meranti, yang merupakan salah satu daerah rawan Karhutla. Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Teluk Meranti memberikan edukasi kepada warga terkait bahaya membakar lahan dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan.
Sejumlah imbauan yang disampaikan kepada masyarakat antara lain:
• Tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan.
• Menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area perkebunan dan lahan kering.
• Meningkatkan pengawasan terhadap lahan masing-masing, agar terhindar dari risiko kebakaran.
Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Bobby Even, S.H., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan sosialisasi guna memastikan masyarakat memahami aturan serta sanksi yang berlaku terkait Karhutla.
“Kami tidak akan mentolerir praktik pembakaran lahan secara ilegal. Masyarakat harus memahami bahwa tindakan ini bisa berdampak luas, baik bagi kesehatan, lingkungan, maupun aspek hukum. Jika ada yang mengetahui adanya aktivitas pembakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Ipda Bobby Even.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari warga yang mendukung upaya pencegahan Karhutla di daerah mereka.
( Red)
Berita Terkait
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Kompetensi, Integritas, dan Kepemimpinan dalam Seleksi JPT Pratama Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel melalui pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (Pemaparan Makalah dan Wawancara) pada Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) secara terbuka Tahun 2026. Penegasan itu disampaikan Bupati saat memberikan bimbingan dan arahan pada pembukaan kegiatan yang berlangsung di Kantor UPTD Pusat Assessment Provinsi Sumatera Utara, Medan, Senin (30/3/2026). Arahan Bupati dihadapan 37 orang peserta menyampaikan bahwa seleksi terbuka tersebut merupakan wujud nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menerapkan sistem merit, yakni penempatan aparatur sipil negara berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja, tanpa diskriminasi. Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa proses seleksi tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis semata, tetapi juga menilai aspek kepemimpinan, integritas, serta kemampuan membangun kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. “Pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem merit, yaitu menempatkan ASN berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja tanpa diskriminasi. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujar Bupati. Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara membuka ruang seluas-luasnya kepada para peserta yang memenuhi syarat, baik dari dalam maupun dari luar Kabupaten Tapanuli Utara, untuk ikut berkompetisi secara sehat dalam mengisi jabatan-jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah. “Melalui seleksi terbuka ini, kita membuka peluang kepada semua pihak, baik yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara maupun dari luar Kabupaten Tapanuli Utara untuk berpartisipasi dalam mengisi posisi-posisi penting. Saya menekankan bahwa proses seleksi ini tidak hanya berdasarkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kepemimpinan yang mampu bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah,” tegasnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menginginkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang bukan hanya unggul dalam aspek administratif dan teknis, tetapi juga mampu menjadi penggerak organisasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal
Dibaca: 87