RIAU – Polsek Kerumutan Polres Pelalawan melaksanakan kegiatan Jum’at Curhat pada Jumat, 11 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, yang bertujuan untuk mendengarkan langsung keluhan dan permasalahan masyarakat terkait situasi Kamtibmas dan berbagai isu lainnya.
Kegiatan ini dipimpin oleh Aipda Marolop Sinaga dan dihadiri oleh tiga orang peserta dari masyarakat setempat.
Bertempat di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membahas sejumlah permasalahan terkait pelanggaran lalu lintas yang terjadi di wilayah tersebut.
Beberapa masalah yang disoroti dalam kegiatan ini meliputi pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi, seperti:
• Pengendara yang tidak memiliki SIM dan STNK
• Pengendara yang merubah spesifikasi kendaraan
• Melawan arus
• Melanggar palang pintu kereta api
• Membuat konten di jalan raya yang membahayakan
Sebagai solusi, Aipda Marolop Sinaga menyarankan agar masyarakat lebih memperhatikan kelengkapan berkendara, mengikuti peraturan lalu lintas, serta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di jalan raya.
Kapolsek Kerumutan, Ipda Muhammad Ali Sodiq, S.Psi, menambahkan, “Kegiatan Jum’at Curhat ini sangat penting untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Kami berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dan patuh pada aturan yang ada. Kami juga akan terus meningkatkan patroli dan sosialisasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.”
Kegiatan Jum’at Curhat merupakan bagian dari Program Quick Wins Kapolri, yang bertujuan untuk menjalin komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat guna mendengarkan keluhan serta memberikan solusi terhadap masalah yang ada.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini berakhir pada pukul 12.00 WIB dengan situasi aman dan terkendali, serta disambut positif oleh masyarakat setempat.
( Red)
Berita Terkait
Bupati Tapanuli Utara Tekankan Kompetensi, Integritas, dan Kepemimpinan dalam Seleksi JPT Pratama Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam membangun birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel melalui pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (Pemaparan Makalah dan Wawancara) pada Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) secara terbuka Tahun 2026. Penegasan itu disampaikan Bupati saat memberikan bimbingan dan arahan pada pembukaan kegiatan yang berlangsung di Kantor UPTD Pusat Assessment Provinsi Sumatera Utara, Medan, Senin (30/3/2026). Arahan Bupati dihadapan 37 orang peserta menyampaikan bahwa seleksi terbuka tersebut merupakan wujud nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menerapkan sistem merit, yakni penempatan aparatur sipil negara berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja, tanpa diskriminasi. Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa proses seleksi tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis semata, tetapi juga menilai aspek kepemimpinan, integritas, serta kemampuan membangun kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. “Pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem merit, yaitu menempatkan ASN berdasarkan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja tanpa diskriminasi. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujar Bupati. Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara membuka ruang seluas-luasnya kepada para peserta yang memenuhi syarat, baik dari dalam maupun dari luar Kabupaten Tapanuli Utara, untuk ikut berkompetisi secara sehat dalam mengisi jabatan-jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah. “Melalui seleksi terbuka ini, kita membuka peluang kepada semua pihak, baik yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara maupun dari luar Kabupaten Tapanuli Utara untuk berpartisipasi dalam mengisi posisi-posisi penting. Saya menekankan bahwa proses seleksi ini tidak hanya berdasarkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kepemimpinan yang mampu bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah,” tegasnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menginginkan pejabat pimpinan tinggi pratama yang bukan hanya unggul dalam aspek administratif dan teknis, tetapi juga mampu menjadi penggerak organisasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal
Dibaca: 94