TAPUT – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Tapanuli Utara, Sey Pasaribu, membantah keras isu yang menyebutkan alat berat milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara digunakan untuk beroperasi di lokasi tambang galian C pasir dan batu padas di Rianiate.
Bantahan tersebut disampaikan Sey Pasaribu saat dikonfirmasi pada Senin (09/03/2026). Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait penggunaan alat berat milik Dinas Ketahanan Pangan untuk aktivitas tambang adalah tidak benar.
“Saya tegaskan, sejak saya menjabat di Dinas Ketahanan Pangan, tepatnya mulai 2 Januari 2026, alat berat milik dinas tidak pernah digunakan untuk kegiatan tambang galian C. Alat tersebut digunakan untuk kegiatan normalisasi sungai dan rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana,” tegas Sey Pasaribu.
Ia menjelaskan bahwa dirinya secara rutin melakukan pengecekan terhadap keberadaan dan aktivitas alat berat milik dinas. Bahkan, menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara berkala setiap dua hingga tiga hari guna memastikan alat tersebut bekerja sesuai dengan peruntukannya.
“Setiap dua sampai tiga hari sekali saya mengecek langsung keberadaan alat berat tersebut. Saya pastikan sejak 2 Januari 2026 alat itu beroperasi di lokasi bencana untuk membantu normalisasi sungai dan pemulihan lahan pertanian yang terdampak,” jelasnya.
Sey Pasaribu juga menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan tidak terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada dirinya selaku pimpinan dinas terkait. Pemberitaan yang dimaksud berjudul “Diduga Kuat Alat Berat Milik Pemkab Taput Bebas Beroperasi di Lokasi Tambang Galian C Rianiate.”
Menurutnya, informasi yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik.
“Saya sangat menyesalkan adanya oknum penulis atau jurnalis yang menyampaikan informasi kepada publik tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang. Pemberitaan sepihak seperti itu tentu sangat disayangkan,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu-isu yang belum jelas kebenarannya dan selalu mencermati informasi yang beredar di media.
“Kepada masyarakat kami berharap agar lebih cermat dalam menerima informasi dan tidak langsung percaya terhadap isu-isu liar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkasnya.
Pihak Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Utara menegaskan bahwa seluruh penggunaan alat berat milik pemerintah tetap diawasi dan diperuntukkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan lahan pertanian dan penanganan dampak bencana di wilayah tersebut. (Jehman)




