SPPG Amandari Terapkan Standar Gizi Ketat

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

TAPUT – Foktanews.online || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nasional yang diluncurkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan menyediakan makanan bergizi dan sehat bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), menekan angka stunting, sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, serta nelayan.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, program strategis nasional ini dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bekerja sama dengan Yayasan Amandari. Salah satu unit pelayanan yang aktif menjalankan program tersebut adalah SPPG Amandari, yang berlokasi di Hutatoruan I, Kecamatan Tarutung, di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam kunjungan langsung ke dapur SPPG Amandari, terlihat proses penyajian Makan Bergizi Gratis dilakukan dengan penuh dedikasi, ketelitian, dan perhatian terhadap kualitas pangan. SPPG Amandari menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan makanan bergizi yang sehat, aman, dan layak konsumsi bagi seluruh penerima manfaat.

Kepala SPPG Amandari, Estomihi Pasaribu, S.Pd., menyampaikan bahwa kesterilan, kebersihan, dan kecukupan gizi menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan operasional.

“Kami berkomitmen penuh menjaga keamanan pangan. Mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi, semuanya harus memenuhi standar kebersihan dan kesterilan,” ujarnya.

Saat ini, SPPG Amandari menaungi 2 Taman Kanak-kanak (TK), 10 Sekolah Dasar (SD), 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Atas (SMA), 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Total makanan yang diproduksi dan didistribusikan mencapai 2.803 porsi setiap hari.

Adapun sekolah yang dinaungi SPPG Amandari meliputi :

TK/PAUD Nommensen dan TK Swasta Filadelfia. Untuk jenjang SD, antara lain SD Swasta Filadelfia Tarutung, SD Negeri 173102 Tarutung, SD Negeri 173123 Hutabarat, SD Negeri 176326 Parbubu Julu, SD Negeri 173106 Parbubu, SD Negeri 173108 Banuarea, SD Negeri 173121 Hutabarat, SD Negeri 177031 Hutatoruan VII, SD Negeri 175740 Aeksiansimun, dan SD Negeri 173101 Tarutung.
Untuk jenjang SMP, SPPG Amandari menaungi SMP Swasta Filadelfia Tarutung dan SMP Negeri 1 Tarutung. Sementara untuk SMA dan SMK, masing-masing SMA Swasta HKBP 1 Tarutung dan SMK Swasta Karya Tarutung.

Estomihi menjelaskan, proses operasional dimulai dari penerimaan bahan baku yang melalui empat tahap penyortiran, yakni dari supplier ke koperasi, ke SPPG, ke ruang packing, hingga pemeriksaan akhir di meja persiapan, khususnya untuk buah-buahan. Setelah itu, bahan diolah oleh tim koki dengan jam kerja maksimal delapan jam.

“Makanan yang sudah dimasak tidak disimpan lebih dari 4–6 jam. Kami juga menerapkan pendinginan makanan setelah dimasak, pengemasan food grade bersegel, serta distribusi terencana agar kualitas tetap terjaga dan mencegah potensi keracunan,” jelasnya.

Distribusi makanan dilakukan oleh tim driver ke sekolah-sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, dengan frekuensi pengantaran tiga kali sehari. Setiap wadah makanan yang telah digunakan kemudian dikembalikan ke dapur untuk dibersihkan melalui perendaman air panas, pencucian tiga tahap, dan pengeringan dengan suhu 120–130 derajat Celsius selama 7–8 menit guna menjaga sterilitas. Selain itu, SPPG Amandari juga melakukan pencatatan food waste sebagai bagian dari pengendalian mutu.

Menjadi pembeda dengan SPPG lainnya, SPPG Amandari turut menggandeng tim K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bersertifikasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dan menangani kondisi darurat di lingkungan dapur, seperti kebocoran gas atau situasi berisiko lainnya.

“Dengan adanya tim K3, para pekerja sudah paham prosedur keselamatan sehingga tidak panik jika terjadi keadaan darurat,” ungkap Estomihi. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, SPPG Amandari merupakan satu-satunya SPPG di Tapanuli Utara yang menggandeng tim K3 bersertifikasi.

Program MBG yang dijalankan SPPG Amandari pun mendapat apresiasi luas dari para orang tua murid. Tumbur Siahaan, orang tua dari Nikita Siahaan, siswa kelas VB SD Negeri 173102 Tarutung, mengaku sangat merasakan manfaat program tersebut.

“Anak saya tidak pernah mengeluh soal makanan. Sejak ada MBG, dia justru semakin semangat dan antusias mengikuti kegiatan di sekolah,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Donald Lumbantobing, orang tua dari Siska Lumbantobing, siswi kelas VB SD Negeri 173102 Tarutung. Ia menilai MBG yang disalurkan Yayasan Amandari sangat membantu dan berkualitas.

“Anak saya malah sering bilang masakannya enak. Kami sebagai orang tua tentu sangat bersyukur dan mendukung penuh program ini,” katanya.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah pusat bersama mitra daerah seperti SPPG dan Yayasan Amandari berharap dapat menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Tapanuli Utara. (Jehman)